Dua Minggu (2)

Tuesday, March 20, 2007
Ganjalan yang paling berarti adalah dana. Pada mulanya KBRI dan Lembaga kemahasiswaan tertinggi di sini menjanjikan bantuan. Ketidakpastian berlangsung hingga h-7. Ternyata penanggungjawab keuangan sedang ke Indonesia sampai h-1. Terus terang panitia kelabakan setengah mati. Acara kita jadi atau tidak?

Keputusan diambil. Bantuan dana dianggap tidak pernah ada. Penarikan sumbangan wajib dioptimalkan. Panitia yang belum membayar harus ditagih. Koordinator zone juga harus memastikan semua anggota di-zone-nya melunasi sumbangan.

H-2. Waktu gladi terakhir dihelat, datang kabar buruk lagi. Ternyata tempat yang akan digunakan baru di-booking! Dan tempat tidak bisa dipakai pada jam yang direncanakan, harus mundur 4 jam!

Menurut prosedur, booking tempat harus dilakukan panitia dengan perantara Lembaga tertinggi mahasiswa. Dan ternyata (lagi), orang yang diserahi tugas oleh ketua Lembaga kemahasiswaan tersebut baru bergerak. Padahal sudah 2 minggu terhitung mulai dia ditunjuk!

Akhirnya kami pasrah, acara diundur 4 jam. Panitia habis-habisan mempublikasikan pergeseran waktu dalam 2 hari. Secara umum, tempat tinggal mahasiswa di sini tersebar. Apalagi masih ada mahasiswa dari daerah yang mau datang.

Alhamdulillah, pada hari h, dana yang terkumpul mencukupi. Tanpa bantuan pihak manapun. Dan acara bisa dipastikan terselenggara tanpa harus meminjam. Allahu akbar, KITA BISA!
Selanjutnya

Dua Minggu (1)

Monday, March 19, 2007
Capek. Hanya kata itu yang pantas untuk menggambarkan keadaanku sekarang. Mungkin baru kali ini aku merasakan hal ini, tepatnya sejak aku keluar dari pondok.

Dua minggu. Siang malam. Pikiranku berputar-putar tak berhenti. Antara kepanitiaan silaturahim plus jurnalnya, penarikan dana, kajian ushuluddin, sanggar terjemah, kajian Al-Qudwah, bagian keilmuan, buletin Cakrawala, serta kewajibanku yang tak dapat ditawar, diktat kuliah.

Barangkali dalam dua minggu terakhir yang paling menyedot energiku adalah kepanitiaan silaturahim angkatan 2006. Rencananya 450-an mahasiswa angkatan 2006 diundang. Tak terbayang bagaimana anak-anak tingkat atu yang masih "lugu" mampu menyelenggarakan acara akbar. Masalahnya kita berada di negeri yang benar-benar "asing".

Namun salut buat panitia. Meskipun bahasa setempat belum begitu dikuasai, medan atau lapangan juga belum banyak diketahui, semangat mereka tidak kendor.
Selanjutnya

Sandaran Hati

Friday, March 16, 2007
by: Letto
Yakinkah ku berdiri, di hampa tanpa tepi
Bolehkah aku mendengar-Mu
Terkubur dalam emosi, tanpa bisa sembunyi
Aku (dan) nafasku merindukan-Mu

Terpurukku di sini, teraniaya sepi
(Tapi) [Dan] kutahu pasti Kau menemani
Dalam hidupku, kesendirianku

Reff:
Teringat ku teringat, pada janji-Mu ku terikat
Hanya sekejap ku berdiri, kulakukan sepenuh hati
Tak peduli ku tak peduli, siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tiada arti, jika Kaulah sandaran hati
Kaulah sandaran hati

Inikah yang Kau mau, benarkah ini jalan-Mu
Hanyalah Engkau yang ku tuju
Pegang erat tanganku, bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah tanpa (hadir)-Mu, dalam gelapnya malam hariku
Selanjutnya

Takjub

Thursday, March 8, 2007
Ia datang lagi. Setelah sekian lama pergi. Sesuatu yang tak kuharapkan. Aku tak mau bertemu dengannya di sini... saat ini... Namun ia terjadi. Pandangan ini jatuh pada sosokmu.

Engkau memang cantik. Secantik mawar putih yang merekah. Tutur laku yang cerminkan kesucian hati. Anggun. Wajah yang menyejukkan. Dinding ini bergetar hebat kala senyum tersungging di sudut bibirmu. Maha Suci Ia yang menciptakanmu...

Namun tampaknya aku harus lupakan dirimu. Cepat atau lambat. Mudah atau susah. Mungkin atau tidak. Pahit. Hari ini bukan waktuku. Pun bukan milikmu.

Bukan maksudku menghindari. Aku tak ingin berlari. Aku hanya ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur. Perasaan dan keindahan ini adalah semata-mata karunia-Nya. Tak akan kurasakan ini tanpa pemberian-Nya. Tiada daya dan upaya kecuali dengan-Nya.

Maka izinkanlah aku untuk berterimakasih kepada-Nya. Aku akan ingat dirimu. Ku kan simpan di tempat yang Ia tentukan. Karena aku percaya sepenuhnya, apa yang Ia tetapkan atasku adalah yang terbaik. Boleh jadi kita menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagi kita. Sebaliknya, boleh jadi kita membenci sesuatu, padahal itu baik bagi kita. Ia Maha Tahu...

(Namun jika benar Ia telah menulisnya, kan kusambut kehadirannya. Sepenuh jiwa...)
Selanjutnya

Paradoks

Wednesday, March 7, 2007
Hehehe, dah lama nggak ngisi blog. Hari-hari terakhir rasanya berlalu begitu cepat. Sekarang sudah hari Rabu, besok kamis, eh lusa sudah jum'at lagi. Sampe aku baru sadar, ternyata aku sudah 5 bulan di sini!

Padahal masih banyak yang belum dikerjakan. Yang organisasi, yang program ini itu lah. Morat marit. Belum belajar sama kuliahnya. Kebanyakan belum dibaca, padahal bulan depan sudah ujian. Nah lo...

Tampaknya ungkapan Sir Muhammad Iqbal tidak berlebihan, "Pekerjaan kita lebih banyak dari waktu yang kita miliki." Dari sini aku harus bisa membagi waktu. Seperti kata pepatah yang lain, "Waktu bagaikan pedang, jika tidak kau patahkan, ia akan memotongmu."

Sebagian orang berlari, dikejar-kejar oleh waktu. Dihantui rasa takut akan dipotong. Sebagian lain hanyut dan larut dalam buaian kekosongan. Dan sebagian lain berjalan dengan tenang...

Sebagian gelisah sampe nggak bisa tidur. Sebagian lagi tidur pulas seharian. Hitam putih memang selalu berpasangan...

Aku masuk bagian mana?
Apa yang kucari di sini?
Selanjutnya